Desa Mentawak, KAMPIT & Jalan Baru Ekonomi Belitung Timur

Foto ; repro/dok/Smart City untuk Keindahan Wisata yang Tersembunyi di Belitung Timur - Info Komputer*

Sumber pariwisata mencatat kawasan tersebut dikembangkan sebagai perkebunan buah dan tanaman kayu, sementara dokumen tata ruang daerah memasukkan Bukit Pangkuan dalam daftar daya tarik wisata Kelapa Kampit.

Potensi tersebut semakin relevan dengan arah kebijakan KAMPIT.

Read More
banner 300x250

Dokumen strategis Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal mencantumkan KAMPIT Belitung Timur sebagai kawasan perdesaan prioritas nasional bertema pariwisata, dengan produk unggulan berupa wisata geopark, lada dan perikanan tangkap.

Enam desa di dalam kawasan itu—termasuk Mentawak—dicatat berstatus desa mandiri.

Pemerintah daerah juga mengaitkan pembangunan KAMPIT dengan pengembangan Geopark Belitung Timur.

See also  BEM Banten Bersatu Desak Pemprov Tindak Tambang Ilegal

Dalam forum bersama Bappenas pada 2025, Bupati Belitung Timur Kamarudin menekankan kebutuhan konektivitas dan pengembangan geosite, sementara Staf Khusus Menteri PPN/Bappenas Sukmo Harsono menyebut potensi wisata alam dan geopark Belitung Timur perlu dikembangkan dengan perhatian pada sejarah dan kebersihan lingkungan.

Kekuatan lainnya justru datang dari dapur rumah tangga. Program Kampong KAKEK—Katis atau pepaya, Kelor dan Katuk—dikembangkan sebagai inovasi kesehatan dan gizi di Kelapa Kampit.

Kementerian Koordinator PMK mencatat program tersebut sebagai bagian inovasi Belitung Timur untuk mendukung penanganan stunting dan ketahanan pangan.

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung juga memasukkannya dalam kompetisi inovasi pelayanan publik 2021.

Di Mentawak, inovasi bahan lokal berkembang menjadi produk bernilai jual. ANTARA melaporkan pelaku usaha Tri Eka Ningsih mengembangkan tepung kelor dan mengolahnya menjadi bolen kelor setelah masyarakat desa mengikuti kegiatan inovasi olahan katis, kelor dan katuk.

See also  BEM Banten Bersatu Desak Pemprov Tindak Tambang Ilegal

Kisah tersebut menunjukkan bahwa peningkatan nilai tambah tidak selalu memerlukan industri berskala besar; keterampilan, teknologi sederhana, kemasan, pemasaran dan pendampingan dapat mengubah komoditas pekarangan menjadi produk ekonomi kreatif.

Dengan demikian, masa depan Mentawak tidak harus dipertentangkan sebagai pilihan antara tambang atau pariwisata.

Tantangan utamanya adalah membangun tata kelola yang mampu menempatkan setiap sektor sesuai fungsi, risiko dan manfaatnya.

Timah mempunyai nilai ekonomi dan sejarah geologi yang besar, tetapi pengelolaannya membutuhkan kepastian hukum serta standar lingkungan.

Pertanian, UMKM dan agrowisata menawarkan ruang diversifikasi, tetapi membutuhkan pasar, akses, kualitas produk dan promosi yang konsisten.

See also  BEM Banten Bersatu Desak Pemprov Tindak Tambang Ilegal

KAMPIT dapat menjadi ruang untuk menguji model tersebut.

Keberhasilan tidak cukup diukur dari jumlah destinasi baru atau produk UMKM yang lahir, melainkan dari kemampuan masyarakat memperoleh pendapatan, generasi muda mendapatkan keterampilan, perempuan memperoleh ruang ekonomi, lingkungan tetap terjaga dan nilai tambah sumber daya tinggal lebih banyak di desa.

Mentawak memiliki modal geologi, lanskap, manusia dan kreativitas untuk bergerak ke arah itu.

banner 1080x1592

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *