Jejak Timah Pulau Belitung & Perlawanan Warga Menjaga Laut

Foto ; repro/dok/mongabay*

PT Timah kemudian melakukan restrukturisasi besar-besaran yang berdampak terhadap tenaga kerja lokal.

Eko menyebut sekitar 50 persen pekerja lokal Belitung kehilangan pekerjaan dan kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap perekonomian daerah.

Situasi itu memperlihatkan bagaimana kuatnya ketergantungan ekonomi terhadap komoditas dapat menjadi persoalan ketika produksi menurun atau perusahaan melakukan perubahan strategi.

Masyarakat di sejumlah wilayah seperti Manggar, Gantung, Kelapa Kampit, Tanjungpandan dan Sijuk sebelumnya juga memiliki sumber penghidupan dari sektor lain, terutama lada dan laut.

Setelah Reformasi 1998, aktivitas penambangan timah kemudian berkembang lebih luas di masyarakat, termasuk munculnya pertambangan yang dilakukan secara ilegal.

See also  Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport

Fenomena tersebut menjadi bagian dari perubahan tata kelola dan dinamika sosial ekonomi Bangka Belitung setelah runtuhnya sistem sentralistis Orde Baru.

Namun, perkembangan pertambangan juga membawa persoalan lingkungan yang hingga kini menjadi perhatian.

Dalam bukunya, Eko mengutip data mengenai kondisi lahan di Bangka Belitung yang mengalami kerusakan dan masuk kategori kritis maupun sangat kritis.

Ia mencatat angka 1.053.253 hektare atau sekitar 62 persen luas daratan Bangka Belitung berdasarkan data yang digunakan dalam kajiannya.

Untuk wilayah Belitung Timur dan Kabupaten Belitung, buku tersebut juga menyebut angka lahan kritis sekitar 242 ribu hektare dan 179 ribu hektare berdasarkan data BPS yang dirujuk.

See also  Video: Kelemahan dan Kelebihan All New Terios

Data tersebut merupakan bagian dari konteks penelitian dan penulisan buku Eko.

Angka maupun kategorisasi kondisi lahan perlu dibaca berdasarkan tahun, definisi lahan kritis, serta sumber statistik yang digunakan pada saat data tersebut dihimpun.

Meski demikian, persoalan ekologis yang ditinggalkan aktivitas pertambangan menjadi pelajaran penting bagi masyarakat dan pemerintah.

Sebab, pertambangan tidak hanya berbicara tentang seberapa besar produksi dan nilai ekspor.

Setelah kegiatan ekstraksi selesai, masyarakat tetap harus menghadapi pertanyaan tentang pemulihan lingkungan, pemanfaatan lahan bekas tambang dan keberlanjutan ekonomi.

Kini perhatian kemudian bergerak ke laut.

See also  Sosok New Nissan Livina Terungkap, Apa Kata NMI?

Bagi masyarakat Pulau Belitung, perairan bukan sekadar ruang yang menyimpan sumber daya mineral.

Laut adalah tempat nelayan mencari ikan, sumber pangan, jalur transportasi, ruang budaya, serta bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir.

banner 1080x1592

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *