Penunjukan Mufli Budi Ananda Jadi Komisaris Krakatau Posco Disorot Publik

Foto ; dok/tribunvideo*
banner 468x60

BerlianPos.Com | JSCgroupmedia ~ Penunjukan Mufli Budi Ananda sebagai Komisaris PT Krakatau Posco menjadi perhatian publik setelah informasi mengenai susunan jajaran komisaris perusahaan beredar luas dan memicu perbincangan di media sosial.

Sorotan muncul karena Mufli selama ini dikenal sebagai asisten Raffi Ahmad, sementara sejumlah warganet mempertanyakan latar belakang pendidikan serta pengalaman profesionalnya dalam kaitan dengan jabatan strategis tersebut.

Hingga isu tersebut menjadi perbincangan, berbagai komentar bermunculan di ruang publik, sementara penjelasan resmi mengenai dasar penunjukan tersebut masih dinantikan.

Perbincangan mengenai Mufli berkembang pesat di berbagai platform media sosial.

Banyak pengguna internet membahas perjalanan kariernya yang sebelumnya lebih dikenal sebagai orang kepercayaan Raffi Ahmad dalam berbagai aktivitas pekerjaan maupun kegiatan pribadi.

Dalam sejumlah kesempatan, Mufli kerap terlihat mendampingi Raffi Ahmad, baik dalam kegiatan produksi, perjalanan dinas, maupun agenda di dalam dan luar negeri.

Kedekatan tersebut membuat namanya tidak asing bagi masyarakat yang mengikuti aktivitas figur publik tersebut.

Sorotan semakin meningkat setelah Mufli dikabarkan masuk dalam jajaran Komisaris PT Krakatau Posco, perusahaan patungan di sektor industri baja.

Jabatan komisaris sendiri memiliki fungsi strategis dalam struktur tata kelola perusahaan, terutama menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan direksi dan memberikan masukan terkait arah perusahaan sesuai ketentuan perundang-undangan serta anggaran dasar perusahaan.

Seiring mencuatnya kabar tersebut, latar belakang pendidikan Mufli turut menjadi bahan pembahasan publik.

Berdasarkan data yang tersedia pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), Mufli Budi Ananda tercatat pernah menempuh pendidikan Diploma III Teknik Listrik di Politeknik Bunda Kandung pada 2007.

Selanjutnya, ia tercatat melanjutkan studi pada Program Sarjana Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN).

Berdasarkan data yang sama, status studinya berakhir karena pengunduran diri sebelum menyelesaikan program pendidikan tersebut.

Data PDDIKTI juga menunjukkan ia kembali terdaftar di program yang sama sebelum kembali mengundurkan diri.

Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu alasan munculnya diskusi di media sosial mengenai hubungan antara latar belakang pendidikan dengan pengangkatan seseorang sebagai komisaris perusahaan.

Di sisi lain, pengangkatan komisaris pada perusahaan pada dasarnya tidak selalu mensyaratkan latar belakang akademik tertentu.

Dalam praktik tata kelola korporasi di Indonesia, komisaris diangkat melalui mekanisme sesuai anggaran dasar perusahaan serta keputusan para pemegang saham.

Secara umum, tugas komisaris diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

banner 300x250
banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *