Polisi menduga Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana terjatuh ke aliran sungai saat terjadi kekacauan akibat perlawanan pelaku.
Tim gabungan hingga kini masih menyisir area sungai dan kawasan sekitar lokasi kejadian guna mencari kedua personel tersebut.
Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi arus sungai, medan yang cukup berat, serta kemungkinan kedua anggota masih berada di sekitar lokasi penggerebekan.
Satu Pelaku Diamankan, Bandar Utama Masih Diburu
Di tengah proses pencarian anggota yang hilang, aparat juga masih melanjutkan pengejaran terhadap bandar narkoba yang menjadi target utama operasi.
Hingga saat ini, keberadaan target utama belum diketahui.
“Masih diselidiki,” ujar Dodik.
Meski demikian, polisi telah mengamankan seorang pelaku berinisial S yang diduga merupakan bagian dari kelompok bandar narkoba yang melakukan penyerangan terhadap aparat.
“Benar, satu pelaku sudah ditangkap,” kata Dodik.
Penyidik saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka guna mengungkap keterlibatan pelaku lain serta mengetahui keberadaan bandar narkoba yang melarikan diri.
Operasi Pemberantasan Narkoba Berisiko Tinggi
Peristiwa di Katingan kembali menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkotika.
Dalam banyak kasus, jaringan narkoba tidak hanya mengandalkan sistem distribusi yang terorganisasi, tetapi juga kerap melakukan perlawanan ketika aparat melakukan penindakan.
Serangan terhadap petugas menggunakan senjata tajam menjadi ancaman nyata dalam operasi lapangan, terutama di wilayah yang memiliki akses terbatas seperti kawasan pedalaman maupun daerah aliran sungai.
Kondisi tersebut menuntut kesiapan personel, dukungan perlengkapan yang memadai, serta koordinasi yang matang agar operasi dapat berjalan efektif sekaligus meminimalkan risiko terhadap keselamatan petugas.
Peredaran Narkoba Masih Menjadi Ancaman Serius
Kasus ini juga memperlihatkan bahwa peredaran narkotika masih menjadi tantangan besar bagi aparat penegak hukum di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Tengah.
Selain berdampak pada meningkatnya angka kriminalitas, peredaran narkoba juga membawa konsekuensi luas terhadap kesehatan masyarakat, keamanan lingkungan, serta masa depan generasi muda.




















