Rajo Ameh ; Anies Butuh Mitra Politik untuk Hadapi Pilpres 2029

Foto ; repro/dok/ilustrasi*

BerlianPos.Com | JSCgroupmedia ~ Peta politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menjadi perhatian publik.

Di tengah munculnya berbagai prediksi mengenai kekuatan politik calon-calon potensial, Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Belitung Timur, Rajo Ameh, menilai Anies Baswedan masih memiliki peluang untuk menjadi salah satu kekuatan utama dalam kontestasi politik nasional mendatang.

Read More
banner 300x250

Rajo Ameh menyebut Anies memiliki modal elektabilitas yang menurut penilaiannya mencapai 51 persen.

Namun, ia menegaskan angka tersebut perlu dilihat sebagai modal awal yang masih harus diperkuat dengan figur pendamping, jaringan politik, serta kesamaan visi dan misi untuk membangun Indonesia.

See also  Usulan Pemakzulan Hellyana, DPD Partai Gerakan Rakyat Beltim ; "Belum Saatnya"

“Kalau kita melihat sosok Anies, sebenarnya beliau telah mengantongi nilai elektabilitas sebesar 51 persen.

Sekarang, siapa pun yang mendampingi Anies menuju Pilpres 2029 harus mampu menutupi 49 persennya,” tutur Rajo Ameh di Kota Manggar, Belitung Timur, Selasa (8/9).

Pernyataan tersebut disampaikan Rajo Ameh menanggapi pandangan pakar pemikiran Islam, Hasyim Muhammad, yang sebelumnya menilai pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masih memiliki kekuatan politik dominan menuju Pilpres 2029.

Hasyim menilai pasangan tersebut tidak mudah ditumbangkan apabila peta kekuatan politik tidak mengalami perubahan signifikan.

See also  Apresiasi Aksi Damai, Rajo Ameh Ucapkan "Salam Serumpun Sebalai"

Menurutnya, salah satu skenario yang berpotensi menghadirkan persaingan kuat adalah apabila Anies Baswedan dan PDI Perjuangan mampu membangun kesatuan politik dalam satu poros.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa kontestasi Pilpres 2029 mulai dipetakan jauh sebelum tahapan resmi pemilu berlangsung.

Berbagai kemungkinan koalisi, figur potensial, serta konfigurasi pasangan calon diperkirakan akan terus berkembang seiring dinamika politik nasional.

Namun, Rajo Ameh memiliki pandangan tersendiri mengenai peluang Anies. Ia menilai kekuatan seorang calon presiden tidak cukup hanya bertumpu pada angka elektabilitas.

Faktor pendamping, mesin politik, konsolidasi relawan, dukungan partai, serta kemampuan menyatukan berbagai kelompok masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menentukan daya saing sebuah pasangan.

See also  Jokowi Minta ASEAN Tangani Masalah Muslim Rohingya di Rakhine State

Menurut dia, Anies membutuhkan sosok pendamping yang memiliki kesamaan visi dan misi dalam membangun Indonesia.

Figur tersebut harus mampu melengkapi kekuatan Anies sekaligus menjangkau kelompok masyarakat yang belum terakomodasi.

“Anies memerlukan sosok tokoh yang sama visi dan misinya dalam membangun Republik Indonesia yang tercinta ini,” ujar Rajo Ameh.

Ia menilai pasangan calon presiden dan wakil presiden yang mampu menggabungkan kekuatan personal, gagasan pembangunan, pengalaman pemerintahan, jaringan politik, serta dukungan masyarakat akan memiliki peluang lebih besar dalam menghadapi kompetisi nasional.

Karena itu, pembahasan mengenai Pilpres 2029 menurutnya tidak semestinya hanya berputar pada nama-nama tokoh.

banner 1080x1592

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *