Di sisi lain, pendidikan menjadi salah satu aspirasi penting yang mendapat perhatian dalam reses tersebut.
Me Hoa menilai pendidikan berkualitas merupakan fondasi utama untuk mempersiapkan generasi Bangka Belitung menghadapi perubahan zaman dan persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik.
Penguatan karakter, keterampilan, kemampuan beradaptasi dan penguasaan kompetensi praktis juga diperlukan agar generasi muda memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Menurut Me Hoa, pembangunan sumber daya manusia harus menjadi investasi jangka panjang bagi Bangka Belitung.
Daerah tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan untuk mengelola berbagai potensi daerah secara produktif.
Hal tersebut berkaitan erat dengan persoalan ketenagakerjaan yang juga menjadi aspirasi masyarakat.
Peningkatan kompetensi tenaga kerja dinilai penting agar masyarakat lokal memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup.
Ketersediaan lapangan kerja memang menjadi salah satu tantangan pembangunan. Namun, di saat yang sama, peningkatan kualitas tenaga kerja juga harus menjadi perhatian.
Pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat daya saing masyarakat.
Bangka Belitung memiliki berbagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.
Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat harus diarahkan agar warga tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru melalui kewirausahaan, inovasi dan pemanfaatan potensi lokal.
Dalam kerangka tersebut, reses memiliki arti strategis karena menjadi jembatan antara persoalan yang dirasakan masyarakat dengan proses penyusunan kebijakan.
Aspirasi yang disampaikan warga dapat menjadi bahan bagi anggota DPRD untuk memahami persoalan secara lebih konkret sebelum diperjuangkan melalui lembaga legislatif.
Me Hoa menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat Simpang Jongkong akan menjadi catatan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kesinambungan komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen.
Bagi masyarakat, reses bukan sekadar agenda pertemuan politik.
Forum tersebut seharusnya menjadi ruang dialog untuk menyampaikan kebutuhan secara terbuka, sekaligus menjadi sarana bagi wakil rakyat untuk melihat langsung persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.




















