Detikcom melaporkan Aiptu Agustinus Satriawan, ketika bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Senyubuk, ikut menginisiasi pemanfaatan kawasan bekas tambang sebagai destinasi wisata dan mengajak masyarakat terlibat dalam pengelolaannya.
Warga Senyubuk Wahyu Epan menjadi salah satu pihak yang mengusulkan kiprah Agustinus dalam Hoegeng Awards 2024.

Fakta ini memperlihatkan bahwa transformasi kawasan pascatambang tidak semata-mata berasal dari kebijakan pemerintah, tetapi juga dapat tumbuh dari inisiatif warga dan individu di tingkat lokal.
Kelapa Kampit juga memiliki kekayaan geosite lain.
Dokumen perencanaan Belitung Timur mencantumkan Open Pit Nam Salu, Stoven, Hutan Kerangas, Pantai Batu Pulas dan sejumlah lokasi lain sebagai bagian dari potensi geowisata dan wisata alam kecamatan.
Pemerintah daerah menempatkan kawasan tersebut dalam perencanaan pengembangan pariwisata serta pengelolaan ruang.
Bukit Pangkuan memberikan karakter berbeda.
Kawasan perbukitan tersebut menggabungkan lanskap hijau dengan aktivitas rekreasi dan agrowisata.
Dokumentasi Media Indonesia memperlihatkan lingkungan perbukitan, pepohonan, kebun serta bangunan wisata yang menyatu dengan alam.
Potensi seperti ini membuka ruang untuk wisata keluarga, aktivitas luar ruang dan pengalaman berbasis lingkungan.
Di wilayah pesisir, Pantai Sengaran dan Pantai Batu Pulas memperkaya pilihan wisata alam.
Dokumen statistik sektoral Pemerintah Kabupaten Belitung Timur mencantumkan sejumlah objek wisata Kelapa Kampit, termasuk Pantai Sengaran, Bukit Pangkuan, Pantai Batu Pulas dan bekas tambang terbuka.
Data tersebut menunjukkan bahwa kekuatan wisata kecamatan tidak bertumpu pada satu destinasi.
Dimensi budaya juga tidak kalah penting. Kampong Adat Senyubuk mempunyai sejarah panjang.
Pemerintah Belitung Timur mencatat kampung tersebut telah ada sejak 7 April 1877 dan berkembang melalui pertemuan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Pemerintah daerah juga mencatat keberadaan tradisi dan struktur adat yang masih menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.
Jejak sejarah kerajaan turut memperkaya narasi kawasan. Pemerintah Kabupaten Belitung mencatat Kerajaan Buding sebagai salah satu kerajaan yang pernah berdiri di Pulau Belitung dan berada dalam hubungan sejarah dengan Kerajaan Balok.
Karena itu, sejarah Kelapa Kampit dan sekitarnya tidak dapat dibaca hanya melalui periode kolonial dan pertambangan; lapisannya mencakup kerajaan lokal, perdagangan, migrasi, budaya Melayu serta kedatangan masyarakat Tionghoa.




















