Kelapa Kampit, Jejak Timah & Masa Depan Geowisata Belitung Timur

Foto ; repro/dok/kulinerbelitung*

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Kelapa Kampit masih memiliki ruang untuk melahirkan destinasi baru. Pemerintah Kabupaten Belitung Timur meresmikan D’Sabru

(De Sabang Ru’) di Desa Pembaharuan pada 7 Mei 2026 sebagai destinasi wisata alam dan edukasi.

Read More
banner 300x250

Kehadiran destinasi baru tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan pariwisata lokal terus bergerak dan tidak hanya mengandalkan situs lama.

See also  Pidato Prabowo Soal Kejujuran Pemimpin Picu Sorotan Publik

Namun, pengembangan wisata harus berjalan bersama konservasi. Status sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark bukan sekadar label promosi.

Nilai geologi, lingkungan dan budaya perlu dilindungi agar pemanfaatan ekonomi tidak merusak objek yang justru menjadi alasan wisatawan datang.

Dalam dokumen tata ruang Belitung Timur, Open Pit Nam Salu juga ditempatkan dalam kawasan yang berkaitan dengan keunikan batuan dan fosil, sehingga aktivitas pembangunan perlu memperhatikan fungsi perlindungan dan penelitian.

Tantangan lain adalah memastikan manfaat ekonomi sampai kepada masyarakat.

Konsep geowisata akan lebih bermakna jika pemandu lokal, pelaku UMKM, pengelola homestay, petani, nelayan, pelaku kuliner dan komunitas budaya mendapatkan ruang yang memadai.

See also  Kontingen Pramuka Kalteng Dilepas Menuju Jambore Nasional 2026

UNESCO sendiri menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu bagian penting dalam konsep geopark.

Dengan kekuatan sejarah tambang, lanskap geologi, perbukitan, pesisir dan budaya, Kelapa Kampit memiliki bahan cerita yang jauh lebih luas daripada sekadar kota bekas tambang.

Masa depannya dapat dibangun melalui wisata sejarah, geologi, edukasi lingkungan, budaya, kuliner dan ekonomi kreatif secara terpadu.

Kelapa Kampit pada akhirnya menyimpan pesan penting bagi Belitung Timur: masa lalu industri tidak harus berhenti sebagai peninggalan.

Jika dikelola dengan pengetahuan, konservasi dan partisipasi masyarakat, bekas kawasan produksi dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran, destinasi wisata dan sumber ekonomi baru—tanpa menghapus sejarah yang membentuk identitas masyarakatnya. | BerlianPos.Com | */Redaksi | *** |

banner 1080x1592

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *