Gunung Kik Karak, Warisan Timah & Geopark Belitong di Beltim

Foto ; repro/dok/ Open Pit Nam Salu Geosite di Belitung Timur | Atourin*

BerlianPos.Com | JSCgroupmedia ~ Gunung Kik Karak di Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, menjadi salah satu lanskap penting yang mempertemukan sejarah pertambangan timah, warisan geologi, budaya masyarakat dan pengembangan wisata berbasis konservasi melalui kawasan Open Pit Nam Salu.

Situs tersebut berada dalam Belitong UNESCO Global Geopark, yang ditetapkan UNESCO pada 2021, dan kini diarahkan bukan sekadar sebagai tujuan wisata, tetapi juga ruang edukasi mengenai geologi, sejarah pertambangan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Read More
banner 300x250

Gunung Kik Karak tidak hanya menawarkan panorama bekas pertambangan dengan cekungan dan danau berwarna biru kehijauan. Kawasan ini menyimpan lapisan sejarah yang panjang.

See also  Kelapa Kampit, Jejak Timah & Masa Depan Geowisata Belitung Timur

Data Komunitas Peta Belitung mencatat bukit tersebut memiliki ketinggian sekitar 214 meter, sedangkan di bagian puncaknya terdapat makam yang secara turun-temurun dikenal sebagai makam Tuk Kara atau Kik Kara’.

Dalam tradisi lokal, tokoh tersebut dikenang sebagai guru mengaji sekaligus kepala kampung.

Informasi mengenai tokoh dan makam tersebut merupakan bagian dari sejarah lisan masyarakat setempat, sehingga perlu ditempatkan sebagai warisan tradisi lokal, bukan sebagai fakta sejarah tertulis yang seluruh detailnya telah terverifikasi secara akademik.

Nilai utama kawasan ini semakin kuat karena Open Pit Nam Salu merupakan bagian penting dari sejarah pertambangan timah Kelapa Kampit.

Penelitian geologi yang dipublikasikan dalam Economic Geology menyebut Nam Salu sebagai endapan timah strata-bound yang sangat penting di Asia Tenggara.

See also  Kontingen Pramuka Kalteng Dilepas Menuju Jambore Nasional 2026

Penelitian tersebut menjelaskan keberadaan mineralisasi timah pada batuan sedimen dan vulkanik berumur Karbon-Perm, yang kemudian mengalami proses geologi kompleks dan intrusi batuan granitik.

Kajian lain dari Institut Teknologi Bandung juga menyebut kawasan Kelapa Kampit sebagai daerah mineralisasi timah strata-bound yang kaya dan memiliki kompleksitas geologi tinggi.

Analisis tersebut menemukan antara lain kasiterit sebagai mineral pembawa timah, bersama sejumlah mineral sulfida dan oksida yang membantu menjelaskan karakter geologi kawasan.

Dengan demikian, daya tarik Nam Salu bukan semata-mata berasal dari bentuk kawah bekas tambang, tetapi juga dari nilai ilmiah batuan dan mineral yang tersingkap di kawasan tersebut.

Sejarah eksploitasi Nam Salu kemudian meninggalkan bentang alam yang berbeda dari kawasan wisata konvensional.

See also  Pidato Prabowo Soal Kejujuran Pemimpin Picu Sorotan Publik

Bekas kegiatan tambang terbuka membentuk cekungan bertingkat dengan dinding batuan yang masih memperlihatkan struktur geologi.

Sebagian cekungan kemudian terisi air sehingga membentuk danau yang menjadi salah satu ciri visual paling mudah dikenali dari Open Pit Nam Salu.

Dokumentasi wisata dan pemberitaan lokal menunjukkan bahwa lanskap tersebut kini menjadi salah satu daya tarik fotografi dan geowisata Belitung Timur.

UNESCO memberikan konteks yang lebih luas. Belitong UNESCO Global Geopark mencakup Pulau Belitung dan kawasan pulau-pulau sekitarnya dengan luas keseluruhan sekitar 480.000 hektare.

UNESCO menempatkan Nam Salu Open Pit di Gunung Kik Karak sebagai salah satu situs penting karena memperlihatkan sejarah pertambangan timah serta batuan tua yang tersingkap.

banner 1080x1592

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *