BerlianPos.Com | JSCgroupmedia ~ Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, memiliki modal sejarah, geologi, budaya dan bentang alam yang dapat menjadi fondasi pengembangan ekonomi berbasis wisata dan masyarakat.
Kawasan ini dikenal melalui jejak panjang pertambangan timah, terutama Open Pit Nam Salu di Desa Senyubuk, sekaligus memiliki pantai, perbukitan, hutan kerangas, peninggalan budaya, kuliner dan kampung adat yang memperlihatkan pertemuan berbagai unsur masyarakat Belitung.

Posisi tersebut membuat Kelapa Kampit tidak hanya penting sebagai wilayah bekas pertambangan, tetapi juga sebagai bagian dari Belitong UNESCO Global Geopark.
Open Pit Nam Salu menjadi salah satu bukti paling kuat mengenai hubungan Kelapa Kampit dengan sejarah timah.
UNESCO mencatat Nam Salu sebagai salah satu tambang timah tertua di Asia Tenggara sekaligus lokasi yang memperlihatkan batuan tua dan teknologi pengolahan pertambangan.
Situs resmi Belitong Geopark menyebut kawasan itu memiliki singkapan batuan, bekas terowongan dan lubang tambang terbuka yang kini sebagian terisi air sehingga membentuk lanskap danau yang khas.
Catatan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebut aktivitas penambangan di Nam Salu berkaitan dengan pembukaan tambang oleh kongsi Tiongkok pada 1906 pada era NV Billiton Maatschappij.
Sumber yang sama mencatat kegiatan tambang berlangsung puluhan tahun dan berakhir pada 1986.
Sementara ANTARA melaporkan bahwa operasi open pit pada periode 1980–1993 menghasilkan sekitar 500 ribu ton bijih timah dengan kadar dua persen, berdasarkan keterangan pejabat dan pengelola yang dikutip dalam laporan tersebut.
Perbedaan rentang tahun menunjukkan bahwa sejarah kawasan perlu dibaca berdasarkan jenis kegiatan tambang dan sumber arsip yang digunakan, bukan disederhanakan menjadi satu tanggal tunggal.
Nilai Kelapa Kampit semakin kuat karena Nam Salu bukan hanya menyimpan cerita industri.
UNESCO menjelaskan bahwa Belitong Global Geopark mempunyai kekayaan geologi, ekologi dan budaya yang saling berkaitan.
Nam Salu termasuk situs penting untuk memahami endapan timah primer, sementara kawasan Belitong secara keseluruhan memiliki bentang granit, ekosistem pesisir, mangrove, padang lamun serta berbagai keanekaragaman hayati.
UNESCO menetapkan Belitong sebagai UNESCO Global Geopark pada 2021.
Dalam konteks pengembangan wisata, perubahan bekas lokasi tambang menjadi ruang edukasi merupakan perkembangan penting.
ANTARA pernah melaporkan pemerintah daerah mempromosikan Open Pit Nam Salu sebagai destinasi sejarah pertambangan dalam rangkaian kegiatan G20 di Belitung.
Pemerintah daerah menilai jejak pertambangan tersebut memiliki nilai sejarah sekaligus potensi wisata edukatif.
Peran masyarakat lokal juga menjadi bagian dari cerita tersebut.




















