Mita Ditemukan Setelah Dua Tahun Hilang, Sopir Travel Diamankan

Foto ; repro/dok/fb*

BerlianPos.Com | JSCgroupmedia ~ Penantian keluarga Paramita Titania Angelina alias Mita, perempuan asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, yang dilaporkan hilang sejak Juli 2024, berakhir dengan duka.

Mita ditemukan di kawasan Jalur Seba-Seba, Desa Ululere, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (8/8/2026), setelah polisi mengembangkan penyelidikan dugaan pembunuhan terhadap dirinya.

Read More
banner 300x250

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial A alias LMP (37), yang disebut sebagai sopir travel. Terduga pelaku diamankan di Dusun Mau, Desa Battuada, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 21.30 WITA.

Pengungkapan perkara ini melibatkan jajaran Polres Morowali, Polres Wajo dan Polres Mamuju. Ketiga wilayah tersebut memiliki peran dalam rangkaian penyelidikan hingga polisi memperoleh petunjuk mengenai keberadaan terduga pelaku dan korban.

Kasat Reskrim Polres Morowali AKP Wawan Kurnadi mengatakan dugaan tindak pidana tersebut terjadi pada 22 Juli 2024 ketika Mita melakukan perjalanan menggunakan mobil travel.

See also  Rajo Ameh Wacanakan Pembentukan Komunitas Sherly Tjoanda

Menurut keterangan yang diperoleh penyidik, terjadi perselisihan selama perjalanan. Perselisihan tersebut kemudian diduga berkembang menjadi tindakan kekerasan yang menyebabkan Mita meninggal dunia.

Polisi menduga korban kemudian dibuang di kawasan Jalur Seba-Seba, Desa Ululere, Kecamatan Bungku Timur. Namun, penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk memastikan kronologi secara utuh berdasarkan alat bukti dan keterangan yang diperoleh.

Setelah hampir dua tahun tanpa kepastian, penyelidikan akhirnya memperoleh titik terang. Petugas mendapatkan informasi mengenai keberadaan terduga pelaku yang kemudian ditindaklanjuti dengan pencarian terhadap korban.

Pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 17.00 WITA, polisi menemukan Mita di kawasan Jalur Seba-Seba. Kondisi korban saat ditemukan disebut telah menyisakan bagian kerangka.

Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani autopsi. Pemeriksaan medis tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk membantu mengungkap identitas, penyebab kematian serta berbagai informasi lain yang berkaitan dengan perkara.

See also  Rajo Ameh Wacanakan Pembentukan Komunitas Sherly Tjoanda

Penemuan Mita sekaligus memberikan jawaban atas penantian panjang keluarga yang selama kurang lebih dua tahun berupaya mendapatkan kepastian mengenai keberadaan perempuan tersebut.

Bagi keluarga, pencarian yang sebelumnya dipenuhi harapan akhirnya harus berakhir dengan kenyataan yang menyakitkan. Mita, yang bekerja di Morowali dan dikenal sebagai perempuan yang berjuang untuk kehidupan keluarganya, kini telah tiada.

Meski demikian, penemuan korban menjadi bagian penting dari proses hukum karena keberadaan jasad dapat memberikan petunjuk tambahan bagi penyidik untuk mengungkap dugaan tindak pidana tersebut.

Polisi masih mendalami perkara, termasuk memeriksa A alias LMP serta melengkapi alat bukti yang diperlukan. Pemeriksaan terhadap terduga pelaku diharapkan dapat menjelaskan apa yang terjadi selama perjalanan pada 22 Juli 2024 hingga korban akhirnya ditemukan di kawasan Jalur Seba-Seba.

See also  Rajo Ameh Wacanakan Pembentukan Komunitas Sherly Tjoanda

Penyidik juga perlu memastikan motif, rangkaian tindakan, lokasi kejadian serta keterlibatan pihak lain apabila nantinya ditemukan bukti yang mengarah ke sana.

Dalam proses tersebut, asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan. Status A alias LMP sebagai terduga pelaku tidak serta-merta berarti seluruh dugaan telah terbukti secara hukum. Pembuktian tetap harus dilakukan melalui proses penyidikan dan mekanisme peradilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus ini menjadi perhatian karena rentang waktu antara hilangnya Mita dan ditemukannya korban berlangsung hampir dua tahun. Jangka waktu tersebut menunjukkan betapa kompleksnya proses penyelidikan ketika keluarga kehilangan anggota keluarga tanpa mengetahui secara pasti keberadaannya.

Bagi keluarga korban, ketidakpastian selama bertahun-tahun bukan perkara ringan. Setiap informasi mengenai keberadaan Mita tentu menjadi harapan, sementara waktu terus berjalan tanpa kepastian.

banner 1080x1592

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *