Candaan Ahmad Sahroni soal Sherly Tjoanda Tuai Sorotan

Foto ; repro/dok/askara*
banner 468x60

BerlianPos.Com | JSCgroupmedia ~ Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menjadi perhatian publik setelah potongan video saat kunjungan kerja ke Provinsi Maluku Utara beredar luas di media sosial.

Dalam video yang viral sejak Sabtu (25/7/2026), Ahmad Sahroni memperkenalkan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dengan kalimat bernada humor yang kemudian memunculkan beragam respons dari masyarakat.

Read More
banner 300x250

Sebagian warganet menganggap pernyataan tersebut sebagai candaan untuk mencairkan suasana, sementara sebagian lainnya menilai pilihan kata yang digunakan kurang tepat disampaikan dalam forum resmi yang dihadiri pejabat negara.

Video yang diunggah akun media sosial @lambenyinyers memperlihatkan Ahmad Sahroni berbicara di hadapan peserta kegiatan kunjungan kerja Komisi III DPR RI.

Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan Gubernur Maluku Utara dengan menyebutnya sebagai “tante cantik” dan melontarkan kalimat yang mengundang beragam penafsiran terkait kunjungan para lelaki dari seluruh Indonesia ke Maluku Utara.

Potongan video tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial dan menjadi topik diskusi publik. Respons masyarakat pun terbelah.

See also  Dari Penyidik ke Advokat, Babak Baru Vicky Katiandagho

Sebagian pengguna media sosial menilai ucapan tersebut merupakan bentuk humor spontan yang tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan karena disampaikan dalam suasana santai.

Namun, tidak sedikit pula yang menilai candaan tersebut kurang mencerminkan etika komunikasi seorang pejabat publik.

Menurut mereka, seorang anggota DPR RI yang berbicara dalam forum resmi semestinya lebih berhati-hati dalam memilih diksi agar tidak memunculkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat.

Sejumlah komentar warganet menyoroti pentingnya menjaga kesantunan dalam komunikasi publik, terlebih ketika melibatkan seorang kepala daerah yang sedang menjalankan tugas pemerintahan.

Beberapa di antaranya berpendapat bahwa masih banyak pilihan kalimat yang lebih sopan dan tetap mampu menciptakan suasana akrab tanpa menimbulkan multitafsir.

Di tengah ramainya perbincangan, akun media sosial yang sama juga mengunggah video lain yang memperlihatkan Kapolda Metro Jaya saat dimintai tanggapan oleh awak media terkait polemik tersebut.

Dalam video itu, Kapolda Metro Jaya tidak memberikan komentar secara langsung mengenai candaan Ahmad Sahroni.

See also  Brigjen Murry Mirranda ; Naik Ontel ke Kantor Butuh Keberanian

Ia hanya menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat kepada institusi kepolisian dan berharap berbagai aspirasi dapat diterima serta ditindaklanjuti dengan baik.

Pernyataan tersebut kemudian turut menjadi bagian dari diskusi warganet yang mengikuti perkembangan isu di media sosial.

Hingga saat ini, belum terdapat pernyataan lanjutan dari Ahmad Sahroni yang secara khusus menanggapi berbagai respons masyarakat terhadap potongan video tersebut.

Demikian pula belum ada klarifikasi resmi terkait konteks lengkap pernyataan yang disampaikan dalam acara tersebut.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya etika komunikasi bagi pejabat publik. Dalam setiap kegiatan resmi, pilihan kata memiliki pengaruh besar terhadap cara masyarakat memahami pesan yang disampaikan.

Komunikasi yang baik tidak hanya bertujuan membangun kedekatan dengan audiens, tetapi juga menjaga kehormatan institusi serta menghormati seluruh pihak yang hadir.

Pengamat komunikasi publik selama ini menilai bahwa humor memang dapat menjadi sarana mencairkan suasana.

Namun, penggunaannya tetap perlu mempertimbangkan konteks acara, posisi para pihak yang terlibat, serta sensitivitas masyarakat yang beragam.

Candaan yang diterima positif oleh sebagian orang belum tentu dimaknai sama oleh kelompok masyarakat lainnya.

See also  Brigjen Murry Mirranda ; Naik Ontel ke Kantor Butuh Keberanian

Di era media digital, potongan video berdurasi singkat dapat dengan cepat menyebar dan dipisahkan dari konteks utuh sebuah acara.

Karena itu, masyarakat juga diharapkan lebih bijak dalam menilai suatu peristiwa dengan melihat informasi secara lengkap sebelum menarik kesimpulan.

Bagi penyelenggara negara, setiap ucapan yang disampaikan di ruang publik pada dasarnya merupakan bagian dari komunikasi kelembagaan yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat.

Oleh sebab itu, penyampaian pesan yang santun, profesional, dan menghormati semua pihak menjadi bagian penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat.

Hingga berita ini diterbitkan, polemik mengenai potongan video tersebut masih menjadi perbincangan di media sosial.

Sebagian masyarakat tetap menilai pernyataan Ahmad Sahroni sebagai humor biasa, sementara sebagian lainnya berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pejabat publik untuk terus mengedepankan etika, kesantunan, dan kehati-hatian dalam setiap komunikasi di ruang publik.

Redaksi akan memperbarui informasi apabila terdapat klarifikasi atau pernyataan resmi dari Ahmad Sahroni maupun pihak-pihak terkait. | BerlianPos.Com | */Redaksi | *** |

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *