Keempat kepentingan tersebut semestinya tidak dipertentangkan secara permanen.
Dengan regulasi yang jelas, komunikasi terbuka, kajian keselamatan yang objektif, serta inovasi perlengkapan, ruang kompromi yang adil masih sangat mungkin dibangun.
Polemik hijab Unhan akhirnya bukan sekadar persoalan pakaian seorang calon kadet.
Ini merupakan ujian bagi kemampuan institusi negara untuk memastikan bahwa profesionalisme, disiplin, keselamatan, dan kebebasan menjalankan keyakinan dapat berjalan bersama dalam semangat kebangsaan yang inklusif dan berkeadilan. | BerlianPos.Com | */Redaksi | *** |





















