Kasus Gibran & Hellyana : Persamaan, Perbedaan & Pelajaran Hukum

Foto ; repro/dok/ilustrasi*

Ukuran utamanya adalah apakah fakta dapat dibuktikan, apakah proses berjalan sesuai hukum, dan apakah keputusan diambil oleh lembaga yang berwenang.

Rajo Ameh menempatkan perbandingan kedua kasus tersebut sebagai pembelajaran bagi masyarakat agar tidak terjebak dalam kesimpulan yang terburu-buru.

Read More
banner 300x250

Perbedaan antara perkara Gibran dan Hellyana justru menunjukkan bahwa hukum mempunyai jalur dan mekanisme yang spesifik.

See also  Wali Kota Medan Jatuhkan Hukuman Disiplin Berat kepada Dua Pejabat

Masyarakat Indonesia perlu terus memperkuat literasi konstitusi dan hukum agar mampu membaca perkara secara kritis.

Setiap tuduhan harus dibuktikan, setiap proses harus dihormati, dan setiap putusan harus dibaca berdasarkan dokumen resminya.

Di tengah derasnya arus informasi politik, prinsip sederhana tersebut menjadi semakin penting: dugaan bukan putusan, terdakwa bukan terpidana, dan perdebatan politik bukan pengganti proses hukum.

Itulah pembelajaran paling konstruktif dari perbandingan dua perkara yang melibatkan pejabat publik tersebut.

Negara hukum akan kuat apabila masyarakat kritis terhadap kekuasaan, tetapi sekaligus disiplin menghormati bukti, prosedur, praduga tak bersalah, dan kewenangan lembaga negara. | BerlianPos.Com | */Redaksi | *** |

banner 1080x1592

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *