Prof. Herry Utomo Kembangkan Cahokia Rice, Beras Tinggi Protein dari Amerika

Foto ; repro/dok/ilustrasi*

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa inovasi varietas tanaman tidak selalu lahir dari satu orang, melainkan dari perpaduan keahlian, pengujian berulang, dan kerja tim lintas disiplin.

Proses pengembangan varietas tersebut tidak dapat disederhanakan menjadi penemuan yang terjadi secara mendadak.

Read More
banner 300x250

Publikasi LSU AgCenter menjelaskan bahwa Frontière dikembangkan dari varietas Cypress melalui pemuliaan berbasis mutasi.

Peneliti membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun untuk menyempurnakan varietas tersebut.

See also  Sidang Perdana Korupsi Tunjangan DPRD Bekasi, Kerugian Negara Rp21,7 Miliar

Pengujian dilakukan guna memperoleh karakter protein yang lebih tinggi sekaligus mempertahankan kualitas pengolahan dan sifat agronomis yang dibutuhkan dalam produksi komersial.

Secara ilmiah, istilah non-GMO perlu dijelaskan secara tepat. Produk ini dikembangkan tanpa memasukkan gen asing melalui rekayasa genetika.

Namun, proses pemuliaan berbasis mutasi tidak selalu berarti seluruh perubahan genetik terjadi secara spontan di alam.

Teknik mutasi dapat melibatkan perlakuan yang memicu perubahan genetik, kemudian peneliti menyeleksi tanaman yang memiliki karakter yang dikehendaki.

Oleh sebab itu, istilah yang lebih akurat untuk menjelaskan Cahokia Rice adalah varietas hasil pemuliaan konvensional berbasis mutasi, bukan produk yang sama sekali tidak mengalami intervensi dalam proses pemuliaannya.

See also  Kasus Kehutanan Buka Temuan 37 Pil Ekstasi di Kampar Kiri

Pembedaan tersebut penting agar publik mendapatkan gambaran yang benar mengenai teknologi pertanian modern.

Pemuliaan konvensional, pemuliaan berbasis mutasi, dan rekayasa genetika merupakan pendekatan yang berbeda. Ketiganya tidak seharusnya disamakan hanya karena sama-sama berkaitan dengan genetika tanaman.

Pengembangan Frontière juga memperlihatkan bahwa peningkatan kandungan nutrisi bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan pemuliaan.

Peneliti harus mempertimbangkan hasil panen, ketahanan terhadap penyakit, karakter bulir, mutu penggilingan, kebutuhan air, serta penerimaan pasar.

Varietas yang memiliki kandungan protein tinggi tetapi menghasilkan panen rendah belum tentu memberikan keuntungan optimal bagi petani.

See also  Wali Kota Medan Jatuhkan Hukuman Disiplin Berat kepada Dua Pejabat

Dalam laporan yang diterbitkan pada 2019, Crop Science Society of America menjelaskan bahwa pengembangan galur berprotein tinggi berikutnya diarahkan untuk memperbaiki produktivitas.

Sejumlah galur baru diuji dan beberapa di antaranya menunjukkan peningkatan hasil sekitar 11–17 persen dibandingkan galur Frontière generasi awal.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan mutu gizi dan produktivitas perlu dikerjakan secara bersamaan.

Di sisi lain, LSU AgCenter melaporkan bahwa varietas tersebut telah dikembangkan untuk penggunaan komersial. Nama Frontière digunakan untuk varietas tanamannya, sedangkan Cahokia merupakan salah satu nama pemasaran produknya.

banner 1080x1592

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *