Pada akhirnya, kecelakaan maut di jalur Batulicin–Banjarbaru bukan hanya persoalan siapa yang berada di balik kemudi ketika kejadian berlangsung.
Peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk mengevaluasi keseluruhan sistem keselamatan kendaraan angkutan berat, mulai dari perekrutan dan penugasan pengemudi, pengawasan kernet, pemeriksaan kendaraan, hingga kepatuhan perusahaan terhadap standar operasional.

Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama. Setiap armada yang beroperasi di jalan umum membawa tanggung jawab besar karena kesalahan kecil dapat berujung pada hilangnya nyawa.
Kini, publik menunggu hasil penyelidikan aparat untuk mengetahui kronologi lengkap kecelakaan, status pengemudi saat kejadian, kondisi kendaraan, serta faktor-faktor lain yang menyebabkan insiden maut tersebut terjadi.
Keterangan perusahaan menjadi salah satu bagian dari rangkaian fakta yang perlu diperiksa.
Dengan penyelidikan yang transparan dan menyeluruh, penyebab kecelakaan diharapkan dapat terungkap secara terang sekaligus menjadi bahan evaluasi agar tragedi serupa tidak kembali terjadi di jalur Batulicin–Banjarbaru maupun wilayah lainnya. | BerlianPos.Com | */Redaksi | *** |

















