BerlianPos.Com | JSCgroupmedia ~ Direktur Eksekutif Pinang Merah Indonesia, Rajo Ameh, menyatakan akan meluncurkan gerakan bertagar #PrayForHellyana pada Senin (10/8/2026) pukul 10.00 WIB sebagai bentuk dukungan terhadap Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hellyana.
Gerakan tersebut disebut sebagai respons atas rencana DPRD Babel menggelar pembahasan terkait usulan pemberhentian Hellyana.

Rajo Ameh mengatakan gerakan tersebut tidak dimaksudkan untuk memperuncing perbedaan politik, melainkan menjadi ajakan agar seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan mencari jalan keluar terbaik bagi kepentingan masyarakat Bangka Belitung.
Pria yang juga mantan Manager Umum & Personalia PT Billitin Makmur Lestari dari Lomasasta Group yang membawahi maskapai Sriwijaya Air dan Nam Air serta beberapa divisi usaha lainnya, mengatakan persoalan yang menyangkut kepemimpinan daerah seharusnya tidak diselesaikan dengan memperbesar perbedaan.
Ia mendorong adanya ruang dialog antara pihak-pihak yang memiliki pandangan berbeda agar persoalan dapat dibahas secara terbuka dan konstruktif.
“Usulan itu [ usulan pemberhentian,red ] seharusnya tidak terjadi jika kita ingin sama-sama membenahi negeri Serumpun Sebalai ini. Mari kita duduk bersama dan berkomunikasi dengan baik agar ada jalan keluarnya,” ujar Rajo Ameh kepada media.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Bangka Belitung melihat persoalan tersebut dari kepentingan yang lebih luas.
Masih menurutnya, perbedaan pandangan politik merupakan bagian dari demokrasi, tetapi kepentingan pembangunan daerah harus tetap menjadi prioritas.
“Ayo kita bicara yang terbaik untuk negeri ini,” katanya.
Rajo Ameh juga menyebut Hellyana sebagai salah satu figur perempuan yang memiliki pengalaman dan kemampuan untuk berkontribusi dalam pembangunan Bangka Belitung.
Karena itu, ia menilai potensi tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk memperkuat agenda pembangunan daerah.
“Hellyana adalah salah satu srikandi Serumpun Sebalai yang kita miliki bersama dan memiliki banyak pengalaman serta kemampuan yang belum sempat ditransfer dalam pembangunan berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ujarnya.
Menurut mantan wartawan Babelpos dari Jawapos Group itu juga mengajak seluruh elemen untuk mempertahankan ruang komunikasi dan kerja sama lebih penting daripada memperlebar konflik.
Ia berpandangan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk pemerintah, DPRD, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pemuda, dan masyarakat secara luas.
Dalam pandangannya, persoalan kepemimpinan daerah harus ditempatkan dalam kerangka kepentingan masyarakat.
Apa pun perbedaan yang terjadi, kata dia, Bangka Belitung tetap merupakan satu kesatuan daerah yang memiliki kepentingan bersama.
“Usulan pemberhentian bukan solusi. Yang dimaksud solusi sebagai kite besedare adalah duduk bersama agar masyarakat Bangka Belitung semakin kuat di berbagai tingkat kehidupan, baik di daerah kabupaten maupun provinsi, bahkan di tingkat nasional,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada seluruh pihak agar tidak menjadikan perbedaan politik sebagai penghalang bagi pembangunan.





















