BerlianPos.Com | JSCgroupmedia ~ Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite, di Kabupaten Belitung dalam kondisi aman dan mencukupi.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Bupati bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pertamina Patra Niaga, dan instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Tanjungpandan, Rabu (22/7/2026).

Meski di beberapa titik masih terlihat antrean kendaraan, pemerintah menegaskan kondisi tersebut bukan disebabkan kelangkaan BBM, melainkan meningkatnya aktivitas pembelian masyarakat yang berlangsung secara bersamaan setelah sempat terjadi keterlambatan distribusi beberapa waktu sebelumnya.
Sejak pagi, rombongan Bupati Belitung menyambangi sejumlah SPBU untuk melihat langsung kondisi pelayanan kepada masyarakat.
Sidak dilakukan sebagai respons atas meningkatnya perhatian publik terhadap antrean kendaraan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Bagi pemerintah daerah, memastikan kelancaran distribusi BBM bukan sekadar menjaga pasokan energi, tetapi juga menjaga stabilitas aktivitas ekonomi masyarakat.
BBM menjadi kebutuhan vital yang menggerakkan sektor transportasi, perdagangan, pariwisata, perikanan, hingga pelayanan publik di Kabupaten Belitung.
Karena itu, pemerintah memilih turun langsung ke lapangan guna memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi distribusi dan stok yang tersedia.
Dalam pemantauan tersebut, Bupati berdialog dengan petugas SPBU, pihak Pertamina, aparat keamanan, hingga masyarakat yang sedang mengantre untuk memperoleh bahan bakar.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa distribusi BBM masih berjalan normal dengan pasokan yang terus masuk ke Belitung sesuai jadwal pengiriman.
Pertamina Tambah Pasokan
Sales Branch Manager (SBM) Rayon II Bangka Belitung Pertamina Patra Niaga, Rafli Alhaq, menjelaskan bahwa Pertamina telah melakukan penyesuaian suplai guna mengantisipasi meningkatnya permintaan masyarakat.
Menurut Rafli, setiap SPBU memperoleh alokasi berdasarkan kapasitas penyimpanan dan tingkat konsumsi di wilayah masing-masing.
“Dalam beberapa hari terakhir, kami meningkatkan suplai untuk mengantisipasi lonjakan antrean. Rata-rata penyaluran harian mencapai 250 kiloliter dan ditingkatkan hingga 280 kiloliter,” jelas Rafli.
Penambahan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga kelancaran distribusi.
Ia juga memaparkan bahwa jaringan distribusi BBM di Kabupaten Belitung terdiri atas 7 SPBU reguler, 6 SPBU non-reguler, serta 13 SPBUN yang secara khusus melayani kebutuhan bahan bakar bagi nelayan.
Keberadaan jaringan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga aktivitas ekonomi daerah yang sebagian besar bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, pariwisata, dan kelautan.
Menurut Pertamina, hingga saat ini seluruh jaringan distribusi masih beroperasi normal dan tidak mengalami gangguan pasokan.



















