Penyelidikan dilakukan oleh sejumlah otoritas, termasuk lembaga penegak hukum Malaysia dan pihak berwenang di negara lain.
Kasus tersebut melibatkan aliran dana lintas yurisdiksi, transaksi melalui berbagai perusahaan, serta aset yang menjadi objek penyelidikan dan upaya pemulihan.

Pada 2016, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan proses perdata terkait aset yang menurut penyelidikannya dibeli menggunakan dana yang diduga diselewengkan dari 1MDB.
Dalam rangkaian dokumen dan perkara yang dipublikasikan, otoritas Amerika Serikat menyebut dugaan penyalahgunaan miliaran dolar.
Temuan dan tuduhan dalam proses tersebut harus dibedakan dari putusan pengadilan terhadap individu tertentu, tetapi penyelidikan lintas negara itu memperlihatkan luasnya jangkauan perkara dan kompleksitas penelusuran aset.
Dampak skandal tersebut melampaui kerugian yang tercatat dalam laporan keuangan perusahaan.
Persoalan itu memicu perdebatan tentang pengawasan perusahaan milik negara, penggunaan utang, transparansi transaksi, hubungan antara kekuasaan politik dan keputusan investasi, serta tanggung jawab pejabat yang memiliki kewenangan atas dana publik.
Dalam perkara sebesar ini, kewajiban pembayaran utang tidak otomatis menghapus kebutuhan untuk mengusut pertanggungjawaban hukum.
Pemerintah harus tetap memenuhi komitmen yang mengikat secara sah, sementara aparat penegak hukum menjalankan proses penyelidikan, penuntutan, dan pemulihan aset berdasarkan bukti serta prosedur yang berlaku.
Kedua jalur tersebut dapat berjalan bersamaan, meskipun hasil pemulihan aset tidak selalu dapat langsung digunakan untuk menutup seluruh kewajiban keuangan perusahaan.
Amir Hamzah menegaskan bahwa pemerintah Malaysia akan melanjutkan tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam skandal tersebut.
Ia menyatakan bahwa sejumlah perkara telah berujung pada dakwaan dan putusan bersalah, sementara proses hukum lainnya masih berjalan.
Pernyataan itu menandakan bahwa upaya meminta pertanggungjawaban belum sepenuhnya berakhir, walaupun setiap perkara harus dipahami sesuai status hukumnya masing-masing.
Pemerintah juga menghadapi pekerjaan untuk menelusuri, mengamankan, dan memulihkan aset yang berkaitan dengan perkara 1MDB.
Pemulihan aset dalam kasus lintas negara umumnya memerlukan kerja sama antarlembaga, pengumpulan bukti keuangan, proses pengadilan, dan koordinasi dengan yurisdiksi tempat aset berada.
Keberhasilan langkah tersebut dapat membantu mengurangi kerugian, tetapi hasil akhirnya bergantung pada aset yang berhasil ditemukan, status kepemilikannya, putusan hukum, dan biaya pemulihan.
Di luar proses hukum, pemerintah Malaysia menyatakan telah melakukan pembaruan dalam tata kelola keuangan publik.
Di antara langkah yang disebutkan ialah penerapan Akta Kewangan Awam dan Tanggungjawab Fiskal 2023 serta perubahan terhadap Akta Audit 1957.



















