Djoni Pastikan Stok Pertalite Aman, Antrean BBM Jadi Sorotan

Foto ; dok/kominfobelitung*
banner 468x60

BerlianPos.Com | JSCgroupmedia ~ Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite, di Kabupaten Belitung dalam kondisi aman dan mencukupi.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Bupati bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pertamina Patra Niaga, dan instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Tanjungpandan, Rabu (22/7/2026).

Meski di beberapa titik masih terlihat antrean kendaraan, pemerintah menegaskan kondisi tersebut bukan disebabkan kelangkaan BBM, melainkan meningkatnya aktivitas pembelian masyarakat yang berlangsung secara bersamaan setelah sempat terjadi keterlambatan distribusi beberapa waktu sebelumnya.

Sejak pagi, rombongan Bupati Belitung menyambangi sejumlah SPBU untuk melihat langsung kondisi pelayanan kepada masyarakat.

Sidak dilakukan sebagai respons atas meningkatnya perhatian publik terhadap antrean kendaraan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Bagi pemerintah daerah, memastikan kelancaran distribusi BBM bukan sekadar menjaga pasokan energi, tetapi juga menjaga stabilitas aktivitas ekonomi masyarakat.

BBM menjadi kebutuhan vital yang menggerakkan sektor transportasi, perdagangan, pariwisata, perikanan, hingga pelayanan publik di Kabupaten Belitung.

Karena itu, pemerintah memilih turun langsung ke lapangan guna memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi distribusi dan stok yang tersedia.

Dalam pemantauan tersebut, Bupati berdialog dengan petugas SPBU, pihak Pertamina, aparat keamanan, hingga masyarakat yang sedang mengantre untuk memperoleh bahan bakar.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa distribusi BBM masih berjalan normal dengan pasokan yang terus masuk ke Belitung sesuai jadwal pengiriman.

Pertamina Tambah Pasokan

Sales Branch Manager (SBM) Rayon II Bangka Belitung Pertamina Patra Niaga, Rafli Alhaq, menjelaskan bahwa Pertamina telah melakukan penyesuaian suplai guna mengantisipasi meningkatnya permintaan masyarakat.

Menurut Rafli, setiap SPBU memperoleh alokasi berdasarkan kapasitas penyimpanan dan tingkat konsumsi di wilayah masing-masing.

“Dalam beberapa hari terakhir, kami meningkatkan suplai untuk mengantisipasi lonjakan antrean. Rata-rata penyaluran harian mencapai 250 kiloliter dan ditingkatkan hingga 280 kiloliter,” jelas Rafli.

Penambahan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga kelancaran distribusi.

Ia juga memaparkan bahwa jaringan distribusi BBM di Kabupaten Belitung terdiri atas 7 SPBU reguler, 6 SPBU non-reguler, serta 13 SPBUN yang secara khusus melayani kebutuhan bahan bakar bagi nelayan.

Keberadaan jaringan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga aktivitas ekonomi daerah yang sebagian besar bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, pariwisata, dan kelautan.

Menurut Pertamina, hingga saat ini seluruh jaringan distribusi masih beroperasi normal dan tidak mengalami gangguan pasokan.

Antrean Bukan karena Kelangkaan

Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan Pertalite.

Menurutnya, antrean yang terlihat di sejumlah SPBU bukan mencerminkan stok yang menipis, melainkan akibat meningkatnya pembelian dalam waktu yang hampir bersamaan.

Fenomena tersebut, katanya, dipicu oleh kekhawatiran masyarakat setelah sebelumnya sempat terjadi keterlambatan distribusi akibat faktor logistik.

“BBM tidak langka. Stok tersedia dan terus disuplai secara berkelanjutan.

Ketersediaan Pertalite saat ini mencapai sekitar 1.000 kiloliter atau cukup memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat hingga lima hari. Kondisi ini terus terjaga karena distribusi kapal berjalan secara rutin,” tegas Djoni.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus mencegah munculnya kepanikan yang justru dapat memperpanjang antrean.

Menurut Djoni, apabila masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan normal, maka distribusi akan berlangsung lebih merata dan pelayanan di SPBU menjadi lebih lancar.

Dugaan Penyalahgunaan Barcode

Di tengah pemantauan lapangan, Bupati juga menyoroti adanya indikasi anomali dalam antrean kendaraan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah dugaan penggunaan barcode pembelian BBM bersubsidi secara berulang oleh oknum tertentu.

Apabila dugaan tersebut terbukti, praktik tersebut berpotensi mengganggu distribusi karena dapat menyebabkan sebagian masyarakat memperoleh BBM dalam jumlah melebihi ketentuan.

Karena itu, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan Pertamina untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.

Langkah tersebut bertujuan memastikan subsidi energi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku.

Polisi Turun Mengawasi

Kapolres Belitung AKBP Satria Darma menegaskan bahwa kepolisian telah menurunkan personel untuk memantau situasi di sejumlah SPBU.

Selain menjaga keamanan selama antrean berlangsung, aparat juga melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum.

“Jika ditemukan adanya penimbunan atau penyalahgunaan distribusi BBM, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kapolres.

Pernyataan tersebut menjadi bentuk komitmen aparat dalam menjaga distribusi energi tetap berjalan secara tertib dan adil.

Pengawasan juga diharapkan mampu mencegah praktik penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dapat merugikan masyarakat luas.

Sidak Berlanjut ke Air Pancur

Usai mengunjungi beberapa SPBU, rombongan melanjutkan pemantauan ke SPBU Air Pancur.

Di lokasi tersebut, antrean kendaraan masih terlihat cukup padat.

Namun setelah dilakukan pengamatan, pemerintah menemukan bahwa sebagian besar kendaraan melakukan pembelian hingga kapasitas tangki penuh.

“Di sini rata-rata kendaraan membeli BBM dalam jumlah penuh, baik roda dua maupun roda empat. Hal ini membuat antrean terlihat lebih panjang,” jelas Djoni.

Menurutnya, pola pembelian tersebut menjadi salah satu penyebab antrean memanjang meskipun stok BBM di SPBU masih tersedia.

Pemerintah memastikan pasokan ke SPBU Air Pancur terus ditambah agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Menjaga Stabilitas Daerah

Distribusi BBM memiliki peran yang sangat penting bagi aktivitas masyarakat Belitung.

Sebagai daerah kepulauan yang mengandalkan konektivitas transportasi darat dan laut, kelancaran distribusi energi menjadi faktor penentu stabilitas ekonomi.

Keterlambatan distribusi sekecil apa pun dapat memengaruhi aktivitas perdagangan, distribusi logistik, sektor perikanan, hingga industri pariwisata yang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi lokal.

Imbauan kepada Masyarakat

Di penghujung sidak, Bupati Belitung kembali mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Mari kita jaga bersama kondisi daerah agar tetap kondusif dengan melakukan pembelian BBM secara bijak sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

Imbauan tersebut bukan hanya bertujuan menjaga kelancaran distribusi, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi setiap dinamika yang terjadi.

Ketika masyarakat membeli sesuai kebutuhan dan seluruh pihak menjalankan perannya secara bertanggung jawab, maka distribusi energi akan berlangsung lebih efektif dan adil.

Kolaborasi Jadi Kunci

Sidak yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Belitung menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan pelayanan publik memerlukan langkah cepat, komunikasi terbuka, serta kolaborasi lintas sektor.

Kehadiran pemerintah di lapangan memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa setiap persoalan yang muncul akan ditangani secara langsung berdasarkan kondisi faktual, bukan sekadar asumsi.

Sementara itu, komitmen Pertamina dalam menambah pasokan serta kesiapan aparat kepolisian mengawasi distribusi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Antrean BBM yang sempat menjadi perhatian akhirnya memberikan pelajaran bahwa keterbukaan informasi, koordinasi antarlembaga, dan partisipasi masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas daerah.

Ketika pemerintah bergerak cepat, distribusi diperkuat, pengawasan ditingkatkan, dan masyarakat menggunakan BBM secara bijaksana, maka pelayanan publik dapat berjalan lebih tertib, kebutuhan energi tetap terpenuhi, dan roda perekonomian Belitung terus bergerak dengan baik demi kesejahteraan bersama. | BerlianPos.Com | */Redaksi | *** |

banner 300x250
banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *