Pengalaman 10 Tahun di Kameramen, Ardy Kini Rela Melamar Jadi OB

Foto ; repro/dok/fb*
banner 468x60

BerlianPos.Com | JSCgroupmedia ~ Ardy Khairan Pohan (34), pria yang pernah menghabiskan lebih dari satu dekade bekerja di balik layar televisi, kini menghadapi realitas sulitnya mendapatkan pekerjaan. Mantan kameramen di sejumlah stasiun televisi nasional, termasuk Kompas TV, RTV, dan Trans TV, itu mengaku siap menerima pekerjaan apa pun, mulai dari office boy (OB), pengemudi, hingga petugas keamanan, demi tetap memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kisah Ardy menjadi gambaran bahwa pengalaman panjang dan keterampilan profesional tidak selalu menjadi jaminan seseorang dapat dengan mudah memperoleh pekerjaan. Setelah bertahun-tahun menekuni dunia produksi televisi, ia kini harus membuka diri terhadap berbagai jenis pekerjaan di luar bidang keahliannya.

Read More
banner 300x250

Melalui unggahan yang dibagikannya, Ardy menceritakan perjuangannya mencari pekerjaan. Sikap tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan untuk tetap bekerja sering kali jauh lebih besar daripada sekadar mempertahankan gengsi profesi.

Bagi Ardy, pekerjaan bukan semata-mata tentang jabatan, posisi atau bidang yang sesuai dengan pengalaman. Hal terpenting adalah adanya kesempatan untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan secara halal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Keputusan untuk bersedia melamar sebagai OB, driver maupun security memperlihatkan perubahan besar dalam perjalanan kariernya. Dari pekerjaan yang menuntut kemampuan teknis sebagai kameramen televisi, kini ia membuka peluang untuk mengerjakan pekerjaan yang secara karakter berbeda.

Namun, di balik pilihan tersebut terdapat pesan sederhana tetapi kuat: bekerja tidak perlu malu selama dilakukan dengan cara yang benar.

Perjalanan Ardy juga menggambarkan persoalan yang lebih luas di tengah pasar kerja. Persaingan memperoleh pekerjaan membuat pengalaman bertahun-tahun tidak selalu cukup untuk memastikan seseorang segera mendapatkan posisi baru.

See also  Pramuka Ajarkan P3K, SMPN 1 Sei Balai Bentuk Siswa Peduli

Perubahan teknologi, transformasi industri media dan dinamika ekonomi turut memengaruhi kebutuhan tenaga kerja. Pekerjaan yang sebelumnya banyak tersedia dapat mengalami perubahan seiring perkembangan model bisnis dan teknologi.

Bagi pekerja media, perubahan tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri. Kemampuan teknis yang selama bertahun-tahun digunakan dalam produksi televisi harus terus disesuaikan dengan perkembangan industri digital.

Namun, tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk melakukan transisi tersebut.

Kisah Ardy memperlihatkan bahwa kehilangan atau sulit memperoleh pekerjaan tidak selalu berarti hilangnya kemampuan seseorang. Seseorang bisa tetap memiliki pengalaman, keterampilan dan etos kerja, tetapi menghadapi kondisi pasar yang membuat peluang kerja semakin terbatas.

Di tengah situasi tersebut, kemampuan beradaptasi menjadi sangat penting.

Kesediaan Ardy menerima pekerjaan di luar profesi utamanya menunjukkan bentuk adaptasi terhadap keadaan. Ia tidak menunggu pekerjaan ideal datang, tetapi membuka kemungkinan dari berbagai sektor yang tersedia.

Sikap semacam itu patut menjadi pelajaran, terutama bagi masyarakat yang sedang berada dalam proses mencari pekerjaan.

Gengsi tidak dapat membayar kebutuhan sehari-hari. Sebaliknya, pekerjaan yang dilakukan dengan jujur dapat menjadi jalan untuk mempertahankan kehidupan sekaligus membuka peluang baru.

Menjadi OB, driver atau security bukan pekerjaan yang lebih rendah dibandingkan pekerjaan lainnya. Setiap profesi memiliki tanggung jawab, tuntutan dan kontribusi masing-masing.

Yang menentukan nilai seseorang bukan semata-mata jabatan yang tercantum pada kartu nama, tetapi bagaimana pekerjaan tersebut dijalankan dengan tanggung jawab dan integritas.

Kisah Ardy juga menjadi pengingat bahwa pencari kerja membutuhkan lebih dari sekadar motivasi. Mereka membutuhkan ekosistem ketenagakerjaan yang mampu membuka kesempatan secara nyata.

See also  Brigjen Murry Mirranda ; Naik Ontel ke Kantor Butuh Keberanian

Pemerintah, dunia usaha dan lembaga pendidikan memiliki peran dalam memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan kemampuan tenaga kerja agar mampu mengikuti perubahan kebutuhan industri.

Di sisi lain, perusahaan juga perlu melihat pengalaman dan kemampuan calon pekerja secara objektif. Pengalaman profesional yang panjang seharusnya dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika perusahaan mencari tenaga kerja yang memiliki kedisiplinan dan kemampuan adaptasi.

Bagi pekerja berpengalaman, perubahan zaman juga menuntut kemauan untuk terus belajar. Keterampilan lama perlu diperbarui agar tetap relevan dengan kebutuhan industri.

Pengalaman sebagai kameramen televisi, misalnya, memiliki potensi untuk dikembangkan ke berbagai bidang visual, produksi konten digital, dokumentasi, videografi hingga komunikasi kreatif.

Dengan pengembangan keterampilan yang tepat, pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk memasuki sektor pekerjaan yang lebih luas.

Namun, proses tersebut membutuhkan kesempatan. Tidak semua orang memiliki akses yang sama terhadap pelatihan, jaringan profesional atau informasi lowongan pekerjaan.

Karena itu, cerita Ardy tidak semestinya hanya menjadi kisah inspiratif sesaat. Kisah tersebut dapat menjadi cermin bahwa masih terdapat tantangan nyata dalam dunia ketenagakerjaan.

Masyarakat membutuhkan informasi lowongan yang mudah diakses, pelatihan yang relevan dan mekanisme rekrutmen yang transparan.

Pencari kerja juga perlu didorong untuk memperluas kemampuan tanpa kehilangan kepercayaan diri terhadap pengalaman yang telah dimiliki.

Ardy telah menunjukkan satu hal penting: kesediaan memulai kembali bukan tanda kegagalan.

Ada kalanya seseorang harus turun dari posisi yang pernah ditempatinya untuk kembali membangun kehidupan dari awal. Pilihan tersebut membutuhkan keberanian karena tidak semua orang mampu mengesampingkan gengsi ketika menghadapi tekanan kebutuhan hidup.

Bekerja apa saja secara jujur merupakan pilihan yang bermartabat.

See also  Dari Penyidik ke Advokat, Babak Baru Vicky Katiandagho

Dari balik kamera televisi selama bertahun-tahun hingga bersedia melamar sebagai OB, driver atau security, perjalanan Ardy memperlihatkan bahwa kehidupan profesional tidak selalu berjalan lurus.

Ada masa ketika seseorang berada di puncak karier. Ada pula masa ketika pekerjaan yang selama ini ditekuni sulit ditemukan.

Yang membedakan adalah bagaimana seseorang merespons keadaan tersebut.

Menyerah bukan satu-satunya pilihan. Beradaptasi, belajar kembali dan membuka peluang baru juga merupakan bentuk perjuangan.

Bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan, kisah Ardy dapat menjadi pengingat agar tidak terlalu lama terjebak pada gengsi profesi. Selama pekerjaan itu halal, aman dan sesuai kesepakatan, setiap kesempatan layak dipertimbangkan.

Sementara bagi dunia usaha, kisah tersebut menjadi pengingat bahwa di luar sana terdapat banyak pekerja berpengalaman yang sedang menunggu kesempatan untuk kembali menunjukkan kemampuannya.

Pencari kerja tidak selalu membutuhkan belas kasihan. Mereka membutuhkan kesempatan.

Kesempatan untuk diwawancarai, kesempatan untuk membuktikan kemampuan dan kesempatan untuk kembali produktif.

Pada akhirnya, kisah Ardy bukan sekadar tentang seorang mantan kameramen yang bersedia melamar pekerjaan sebagai OB, driver atau security. Ini adalah cerita tentang keberanian mempertahankan kehidupan ketika situasi tidak berjalan sesuai harapan.

Pengalaman lebih dari satu dekade tidak membuat seseorang kebal terhadap perubahan. Namun, pengalaman tersebut tetap menjadi modal berharga selama disertai kemauan untuk beradaptasi.

Sebab pekerjaan boleh berubah, jabatan boleh berganti, tetapi harga diri seseorang tidak pernah ditentukan oleh jenis pekerjaannya. Yang paling penting adalah kemauan untuk bekerja, kejujuran dalam menjalankan tanggung jawab, dan keberanian untuk terus melangkah ketika keadaan sedang sulit. | BerlianPos.Com | */Redaksi | *** |

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *