Apa yang terjadi di Nepal menunjukkan hal tersebut dengan sangat jelas.
Peringatan datang. Keputusan dibuat. Evakuasi dilakukan. Dan ribuan anak terselamatkan.

Bagi keluarga 1.643 siswa tersebut, sekolah mungkin telah hilang, tetapi yang jauh lebih penting adalah anak-anak mereka masih hidup.
Di tengah kehancuran, keselamatan manusia menjadi kemenangan yang tidak ternilai.
Dawadi sendiri tidak menjadikan tindakannya sebagai sesuatu yang luar biasa. Dalam sejumlah laporan, ia menggambarkan respons tersebut sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai kepala sekolah.
Namun bagi para siswa dan keluarga mereka, keputusan itu memiliki makna jauh lebih besar.
Seorang kepala sekolah berdiri di antara peringatan yang datang terlambat dan bencana yang bergerak terlalu cepat.
Ia memilih untuk bertindak. Pilihan tersebut menyelamatkan ribuan nyawa. Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa sistem peringatan dini tidak akan berarti tanpa manusia yang mampu meresponsnya dengan cepat.
Teknologi dapat mengirimkan peringatan, tetapi manusia tetap harus mengambil keputusan.
Karena itu, kesiapsiagaan bencana perlu dibangun secara berlapis. Pemerintah membutuhkan sistem pemantauan yang kuat. Masyarakat membutuhkan akses informasi yang cepat.
Sekolah membutuhkan prosedur evakuasi. Guru membutuhkan pelatihan. Sementara siswa perlu dibekali pengetahuan agar mampu bertindak ketika keadaan darurat terjadi.
Khusus untuk sekolah yang berada di dekat sungai, lereng, kawasan pesisir maupun wilayah rawan longsor, pemetaan risiko harus menjadi bagian dari perencanaan pendidikan.
Bangunan sekolah juga harus mempertimbangkan tingkat risiko bencana di wilayah masing-masing.
Tragedi di Nepal menunjukkan bahwa bangunan yang tampak kokoh sekalipun tidak selalu mampu bertahan menghadapi kekuatan alam.
Karena itu, keselamatan manusia harus ditempatkan di atas keselamatan aset.
Sekolah dapat dibangun kembali. Ruang kelas dapat diperbaiki. Buku dan peralatan pendidikan dapat diganti. Tetapi nyawa anak-anak tidak dapat dikembalikan.
Dari Nepal, pesan tersebut menjadi sangat kuat.
Ketika alam memberikan tanda bahaya, tidak boleh ada keraguan yang membuat evakuasi terlambat.





















